Media Sriwijaya

www.mediasriwijaya.com

  • Share |

    Satu Pramuka Untuk Satu Indonesia: Menjadikan Pramuka Sebagai Pilar Bangsa dan Membangun Peradaban Bangsa Berlandaskan Filsafah Pancasila di NKRI

    18 Juni 2011, 10:24, dibaca 1641 kali

                                   Oleh : Ardi Muthahir (FH 2010)

                     Ketika penulis belajar Ilmu Politik tentang partai politik dalam mata kuliah Ilmu Politik, penulis teringat dengan gerakan pramuka yang pernah penulis ikuti di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Menurut Undang-Undang No. 2 Tahun 2008, “Partai Politik adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga Negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota masyarakat bangsa dan Negara serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945” 1. Terdapat suatu persamaan antara partai politik dengan gerakan pramuka yang bisa dikorelasikan antara keduanya tersebut. Gerakan Pramuka merupakan kesinambungan gerakan kepanduan Nasional Indonesia yang dibentuk oleh warga Negara Indonesia yang bertujuan menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, bertanggung jawab, mengisi kemerdekaan Indonesia dengan kegiatan positif yang dapat membanggakan bangsa Indonesia dengan berbagai prestasi serta memelihara keutuhan NKRI. Gerakan Pramuka sebagai salah satu elemen bangsa harus ikut mewujudkan anggotanya yang berkepribadian, berwatak dan memiliki jiwa bela negara. Di zaman dunia yang semakin menglobal maka menjadi penting pendidikan jiwa bela negara dalam pendidikan kepramukaan bahkan bagi semua anggota organisasi kepemudaan lainnya seperti OSIS, BEM, dan LPM.
                      Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961. Gerakan Pramuka lahir karena adanya sebuah peraturan pada masa tersebut yaitu “ketetapan MPRS No II/MPRS/1960 tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8). Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961. Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka. Hari Pramuka berawal pada tanggal 14 Agustus 1961 saat pelantikan Mapinas, kwarnas, dan Kwarnari di Istana Negara diikuti defile pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului penganugerahan panji-panji gerakan pramuka” 2.
                      Menurut Lord Boden Powel, “ Scouting is not a science to be solemnly studied, not is it collection of doctrine texts. Not it is a jollygame in the out of doors, where a boy-man and boy can go adventuring together as leader and younger brother picking at healt and happiness, handicraft, and helpfulness”3. Pramuka dapat memberikan sensasi nikmat yang luar biasa apabila kita senang mengikuti kegiatan pramuka. Pramuka juga dapat membuat kita kaya. Dalam konteks ini, kaya bukan hanya indentik dengan materil tetapi dari segi lainnya. Kegiatan Pramuka sangat penting bagi generasi bangsa Indonesia. Salah satu alternative untuk meningkatkan kepercayaan diri seorang anak dapat dilakukan dengan cara mengikuti kegiatan pramuka seperti ini. Dalam kegiatan pramuka tersebut akan belajar berorganisasi dengan baik dan benar serta belajar kemandirian dengan melakukan berbagai kegiatan outdoor dan indoor. Kegiatan yang terorganisir secara baik akan memberikan banyak pengalaman yang berharga. Seperti Prof. Amzulian Rifai, S.H., LLM., Ph.D., guru besar fakultas hukum Universitas Sriwijaya Palembang yang merupakan dekan fakultas hukum Universitas Sriwijaya, Palembang mempunyai banyak pengalaman dalam kegiatan pramuka terbukti dengan pengalaman pramukanya mengikuti “Jambore Nasional dan Asia Pasifik sebanyak empat kali”4 yang menjadikan beliau sebagai sosok panutan yang tangguh dan bertanggung jawab bagi mahasiswa-mahasiswanya tidak terkecuali penulis sendiri yang kagum dengan sosok seperti beliau. Di era Globalisasi, pramuka memegang peranan yang penting terutama dalam pembangunan karakter yang ada pada setiap diri manusia yang merupakan satu satu pilar utama dari bangunan peradaban bangsa yang mulia menuju bangsa yang maju dan berwawasan Internasional.
                  Pramuka terbukti mampu melahirkan generasi-generasi muda atau tunas-tunas bangsa yang tangguh dan bertanggung jawab karena pramuka membangun akhak anak bangsa yang baik, berbudi pekerti, berpikir positif, tangguh, percaya diri tetapi tidak takabur, disiplin, inovatif dan rukun serta memiliki kesetiakawanan. Menurut Bagus Indra Cahya, “dengan mengikuti kegiatan pramuka akan membentuk kekompakan, persahabatan, ketangkasan, keterampilan, dan cinta akan seni budaya yang ada di Indonesia. Bagus menambahkan bahwa banyak hal yang dipelajari dalam pramuka seperti sandi, semaphore,tali temali serta dipramuka juga belaja lagu-lagu daerah dan kebudayaan yang ada di Indonesia”5.

                 Landasan Hukum dalam kegiatan pramuka ini adalah Filsafah Pancasila. “Filsafah Pancasila sebagai dasar Negara karena nilai-nilai luhur yang diyakini sebagai suatu pandangan hidup masyarakat Indonesia itu terdiri atas keimanan dan ketaqwaan, nilai keadilan, dan keberadaban, nilai mufakat, dan nilai kesejahteraan serta merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh para pendiri Negara Indonesia”6.
                 Pramuka mempunyai banyak manfaat yang positif yang secara sadar atau tidak sadar akan membawa suatu energy “yin” terhadap semua kalangan terutama bagi masa depan kaum intelektual yang merupakan generasi penerus bangsa Indonesia. Dengan kemandirian dan kedisiplinan sejak dini yang ada dalam kegiatan pramuka diharapkan menjadi pemimpin yang berjiwa kesatria dan bijaksana dan dapat membangun karakter yang merupakan salah satu pilar pembangunan peradaban bangsa yang mulia menuju bangsa yang maju dan berwawasan Internasional yang berlandaskan Filsafah Pancasila di NKRI.

     

    Footnote:

    1. www.adeksi.or.id/files/UU%20No.02-2008.doc diakses pada tanggal 15 Maret Jam 17.00 WIB.
    2. http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Gerakan_Pramuka_Indonesia diakses pada tanggal 15 Maret Jam 17.00 WIB.
    3. http://ematurbongsscout.blogspot.com/2010/06/tulisan-baden-powell-tentang-kepanduan.html diakses pada tanggal 15 Maret Jam 17.00 WIB.
    4. Lihat di Prof. Amzulian Rifai, S.H., LLM., Ph.D, Unjuk Rasa Mahasiswa ( Palembang: Media Sriwijaya, Tabloid Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya edisi 12, 2011) Hal 1.
    5. Wawancara dengan narasumber melalui handphone pada tanggal 15 Mei jam 20.00 WIB.
    6 Lihat di Buku Bahan Ajar Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (Indralaya: Unit Pengembangan Teknis-MPK Universitas Sriwijaya, 2010) hal 16.
     

    http://media-sriwijayapers.blogspot.com/


Leave Your Comment:

  • grinLOLcheesesmilewinksmirkrolleyesconfused
    surprisedbig surprisetongue laughtongue rolleyetongue winkraspberryblank starelong face
    ohhgrrrgulpoh ohdownerred facesickshut eye
    hmmmmadangryzipperkissshockcool smilecool smirk
    cool grincool hmmcool madcool cheesevampiresnakeexcaimquestion





Pojok Redaksi

  • Then there was a man who said, "I never knew what real happiness was until I got married; by then it was too late."

    Sumber : Puisi Cinta

Members login

Menu

Academy

Pimpinan Harian LPM Media Sriwijaya

Ormawa

Komunitas Pers

Category

Berita terkini

  • Aliansi Mahasiswa Persoalkan Angkutan Batubara

    Oleh : Rendi Hariwijaya     Palembang-Media Sriwijaya,   Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Kamis (25/5) siang pukul 12.00 WIB 'kedatangan...

    25 Mei 2011, Selengkapnya »

  • Relasi Mahasiswa dan Politik Alienasi Gerakan Mahasiswa Kamuflase Gerakan Politik

    Relasi Mahasiswa dan Politik Alienasi Gerakan Mahasiswa Kamuflase Gerakan Politik Rendi Hariwijaya Fakultas Hukum/Ilmu Hukum Angkatan 2010 Sudah hampir dua...

    23 April 2011, Selengkapnya »

Breaking News

  • SEA Games XXVI Palembang, Belum Mulai Sudah “Meriah”

    Oleh : Muhammad Ikram Indonesia kembali mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah SEA Games XXVI yang akan digelar di Jakarta dan Palembang.SEA Games (Southeast Asian Games) yang...

    23 Juni 2011, Selengkapnya »

  • Gebyar Pendidikan nasional

    Inderalaya, Media Sriwijaya – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2011 lalu, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Komisariat AL-AQSHO Universitas...

    22 Juni 2011, Selengkapnya »

  • GEMAPALA WIGWAM FH UNSRI

    Di belakang perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Palembang terdapat ruang sekret dari badan otonom yang sudah lama berdiri di Fakultas tersebut yaitu Gerakan Mahasiswa Pecinta Alam...

    22 Juni 2011, Selengkapnya »

  • Dosen yang mendapat tugas tambahan

    Dosen yang bernama lengkap Amaturrahman S.H ini merupakan dosen tetap di fakultas hukum unsri sampai sekarang. Suami dari hartati ini sendiri memulai karirnya sebagai dosen yaitu ketika dia resmi...

    22 Juni 2011, Selengkapnya »

Tulisan Mahasiswa

  • Satu Pramuka Untuk Satu Indonesia: Menjadikan Pramuka Sebagai Pilar Bangsa dan Membangun Peradaban Bangsa Berlandaskan Filsafah Pancasila di NKRI

                                ...

    18 Juni 2011, Selengkapnya »

  • MENGINGAT (LAGI) DAN MEREFLEKSIKAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL

    Pada tanggal 20 mei 2011 1908 bisa dikatakan merupakan awal tumbuhnya rasa persatuan, kesatuan, dan nasionalisme bagi rakyat Indonesia untuk memperjuangkan Negara Indonesia guna melawan...

    25 Mei 2011, Selengkapnya »

  • Persoalan Klasik Bus

     Oleh : Atica (FH 2010) Permasalahan transportasi Palembang-inderalaya atau sebaliknya merupakan masalah yang belum mempunyai solusinya sampai sekarang ini....

    24 April 2011, Selengkapnya »

  • Dari yang sekedar nge-gaplek sampe yang khusuk ‘ngampus

    (Cerita Anak Kost FH Unsri) Ada-ada saja ulah mahasiswa. Terkhusus anak-anak kosan. Banyak cerita yang bisa diulik dari keseharian anak-anak kosan. Ada suka, ada juga duka diantara...

    23 April 2011, Selengkapnya »

Tags Cloud

Polling

  • Solusi Transportasi Mahasiswa Unsri ?

    Kereta Api

    Perbaikan Jalan

    Jalur Alternatif

    Revitalisasi Bus